Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

17 Soal Tentang THT + Kunci Jawaban

Latihan Soal PG Bab THT

1. Anak usia 12 tahun dibawa oleh ibu ke puskesmas karena sering mengorok saat tidur dan sering terbangun saat tidur. Pasien sering mengantuk saat di sekolah. Tanda tanda vital dalam batas normal.pada pemeriksaan ditemui tonsil t1-t1 dan kelas mallampati 3. Diagnosis yang mungkin?
A. Sumbatan jalan napas
B. Tonsilitis
C. Faringitis
D. Obstructive sleep apnea

Jawaban:
D. Obstructive sleep apnea


2. Ny. Y usia 50 thn dtg dgn keluhan suara serak sejak 7 bulan yang lalu. Suaranya semakin serak dan nyeri saat berbicara. Pekerjaan pasien seorang instruktur senam. Merokok (-). Keluhan sulit dan nyeri menelan saat makan dan minum disangkal. Apakah kemungkinan diagnosis pasien ini?
A. Laringitis TB
B. Nodul laring
C. Karsinoma laring
D. Karsinoma faring

Jawaban:
B. Nodul laring


3. Pasien Laki-laki 20 tahun mengeluhkan nyeri pada daerah dahi. Hidung tersumbat (+) berulang. Pemeriksaan fisik menunjukkan sekret mukopurulen (+). Apa kemungkinan diagnosis pasien tersebut?
A. Sinusitis frontalis
B. Sinusitis maksilaris
C. Sinusitis sphenoidalis
D. Sinusitis ethmoidalis

Jawaban:
A. Sinusitis frontalis


4. Anak perempuan 8 tahun dibawa ibunya dengan keluhan nyeri telinga kiri dan demam. Riwayat sering membersihkan lubang telinga dengan cotton bud. Batuk pilek disangkal. Pada otoskop membran timpani sulit dievaluasi, jerawat (-). Diagnosis ?
A. Otitis eksterna difusa
B. Otitis eksterna maligna
C. OMA
D. OMSK

Jawaban:
A. Otitis eksterna difusa


5. Hal yang dapat terjadi saat tindakan manipulasi di daerah sinus karotis dan ganglion stelat pada operasi radical neck dissection adalah :
A. Hipertensi
B. Bradikardia
C. Interval QT memendek
D. Gelombang QRS melebar
E. Apnea

Jawaban:
B. Bradikardia


6. Fraktur wajah dimana garis fraktur paralel dengan basis tengkorak dan memisahkan tulang midfascial dari basis tengkorak disebut:
A. Fraktur LeFort I
B. Fraktur LeFort II
C. Fraktur LeFort III
D. Fraktur LeFort IV
E. Fraktur LeFort V

Jawaban:
C. Fraktur LeFort III


7. Strategi yang dapat dilakukan untuk mengkompensasi kebocoran pada saat dilakukan rigid bronkoskopi :
A. Meningkatkan fresh gas flow rates
B. Meningkatkan tidal volume
C. Meningkatkan konsentrasi inspirasi gas anestesi
D. Meningkatkan frekuensi ventilasi
E. Meningkatkan waktu inspirasi dan menurunkan waktu ekspirasi

Jawaban:
E. Meningkatkan waktu inspirasi dan menurunkan waktu ekspirasi


8. Yang merupakan kontraindikasi pada pasien dengan fraktur Lefort II dan III adalah :
A. Intubasi Orotracheal
B. Intubasi Nasotracheal
C. Pemasangan pipa orogastrik
D. Pemasangan trakeostomi
E. Pemasangan mayo

Jawaban:
B. Intubasi Nasotracheal


9. Seorang laki-laki 40 tahun batuk-batuk di ruang pemulihan setelah menjalani operasi endoskopi sinus, kemudian terdengar adanya stridor inspirasi. Manakah yang tidak termasuk diferensial diagnosis pada pasien ini ?
A. Laringospasme
B. Edema laring
C. Aspirasi benda asing
D. Bronkospasme
E. Disfungsi pita suara

Jawaban:
D. Bronkospasme


10. Komplikasi yang mungkin terjadi postoperative setelah operasi bilateral neck dissection adalah:
A. Hipotensi
B. Hipertensi
C. Takikardia
D. Bradikardia
E. Takipneu

Jawaban:
B. Hipertensi


11. Pernyataan di bawah ini yang tidak benar mengenai N2O adalah :
A. Solubilitas lebih rendah dibandingkan dengan nitrogen N2O
B. Tidak digunakan digunakan pada operasi timpanoplasti
C. Penggunaannya dihentikan 15-30 menit sebelum pemasangan graft membrane timpani
D. N2O berdifusi ke ruang yang berisi udara lebih cepat daripada nitrogen diabsorpsi oleh pembuluh darah
E. Pengunaan N2O dapat menyebabkan lepasnya graft membrane timpani bila digunakan terus menerus selama operasi

Jawaban:
A. Solubilitas lebih rendah dibandingkan dengan nitrogen N2O


12. Adanya obstruksi jalan napas atas akan menyebabkan terjadinya :
A. Stridor ekspiratori
B. Stridor inspiratori
C. Stridor biphasic
D. Wheezing inspiratori
E. Wheezing ekspiratori

Jawaban:
B. Stridor inspiratori


13. Pada operasi tiroid, kerusakan saraf di bawah ini dapat menyebabkan respiratory distress :
A. N. Laringeal recurrent bilateral
B. N. Laringeal superior eksternal
C. N. Laringeal superior internal unilateral
D. N. Laringeal recurrent unilateral
E. N. Laringeal superior internal bilateral

Jawaban:
A. N. Laringeal recurrent bilateral


14. Yang bukan merupakan penyebab peningkatan peak inspiratory pressure segera setelah pemasangan trakeostomi adalah :
A. Bronkospasme
B. Malposisi endotracheal tube
C. Adanya sekret di trakea
D. Pneumotoraks
E. Laringospasme

Jawaban:
E. Laringospasme


15. Pada pasien dengan abnormalitas anatomi jalan napas yang menyebabkan obstruksi jalan napas, tatalaksana induksi anestesi yang tepat adalah :
A. Induksi intravena dengan menggunakan pelumpuh otot
B. Trakeostomi dengan anestesi umum preoperative
C. Tidak perlu dipersiapkan trakeostomi emergensi
D. Untuk pasien kooperatif dapat dilakukan Awake direct atau fiberoptic laryngoscopy
E. Untuk pasien yang tidak kooperatif dapat dilakukan fiberoptic laryngoscopy menggunakan sedasi dan pelumpuh otot

Jawaban:
D. Untuk pasien kooperatif dapat dilakukan Awake direct atau fiberoptic laryngoscopy


16. Protokol penanganan kebakaran jalan napas yang tidak benar pada airway laser surgery :
A. Hentikan ventilasi dan ekstubasi
B. Tetap nyalakan oksigen
C. Masukkan tube ke dalam air
D. Ventilasi pasien dengan facemask dan reintubasi
E. Periksa kerusakan jalan napas dengan menggunakan bronkoskopi, foto toraks serial dan pemeriksaan analisa gas darah

Jawaban:
B. Tetap nyalakan oksigen


17. Yang bukan merupakan strategi untuk meminimalisasi perdarahan pada operasi maksilofasial :
A. Posisi head up
B. Controlled hypotension
C. Infiltrasi lokal dengan epinefrin
D. Autotransfusi
E. Mengurangi jumlah cairan yang masuk

Jawaban:
E. Mengurangi jumlah cairan yang masuk