Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

5 Soal Materi Asuransi Jiwa + Kunci Jawaban

Soal (Uraian) Asuransi Jiwa

1. Faktor apa saja yang mempengaruhi Premi dan Klaim Asuransi Jiwa?

Jawaban:
Ada beberapa hal yang akan mempengaruhi besaran premi yang ditetapkan oleh perusahaan asuransi, di mana hal tersebut pada umumnya dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti:
a. Usia
Di dalam asuransi, semakin tua usia tertanggung maka akan semakin tinggi premi yang akan dikenakan oleh perusahaan asuransi, hal ini mengingat tingginya risiko yang akan ditanggung oleh mereka tentunya.
b. Riwayat Medis
Pada saat Anda mengajukan permohonan asuransi, maka perusahaan asuransi akan meminta riwayat medis Anda sebagai persyaratan di dalam pengajuan yang Anda lakukan. Hal ini bertujuan untuk menghitung besarnya risiko yang akan ditanggung oleh perusahaan asuransi.
c. Hobi dan Kebiasaan
Perusahaan asuransi juga akan menerapkan premi yang lebih tinggi bagi orang-orang yang memiliki hobi atau profesi yang berbahaya, seperti: skydiving atau scuba diving, di mana mereka menganggap hal tersebut memiliki risiko yang tinggi terhadap keselamatan pemegang polis. Bahkan seorang perokok biasanya akan dikenakan tarif premi dua kali lipat lebih tinggi daripada mereka yang bukan perokok.
Pada saat mengambil polis asuransi jiwa, maka anggota keluarga yang ditinggalkan harus mengisi klaim resmi asuransi. Selain itu akan dibutuhkan beberapa dokumen pendukung seperti: sertifikat kematian atau bukti kematian yang menunjukkan tanggal, lokasi dan penyebab kematian tersebut, dan polis asli asuransi juga sering menjadi hal wajib yang harus dibawa pada saat klaim.
Klaim ini akan diselesaikan dalam satu lump sum pembayaran kepada orang yang namanya tercantum di dalam kontrak kebijakan dan bertindak sebagai penerima. Namun dalam beberapa kasus, klaim bisa saja ditolak oleh perusahaan asuransi jika ternyata terdapat kejanggalan atau indikasi penipuan dalam kematian yang terjadi.


2. Mengapa Perlu Membeli Asuransi Jiwa?

Jawaban:
1. Sebagai Perlindungan Terhadap Kehilangan Penghasilan bagi Keluarga
Tidak seorang pun yang tahu apa yang akan terjadi besok, termasuk Anda. Untuk mengantisipasi kemungkinan Anda terkena musibah dan meninggalkan keluarga yang Anda nafkahi untuk selamanya, Anda perlu membeli polis asuransi jiwa agar keluarga Anda bisa mendapatkan uang pertanggungan untuk hidup setelah Anda tinggalkan.
2. Sebagai Perlindungan atas Risiko Meninggal Dunia Akibat Penyakit-Penyakit Penyebab Utama Kematian
Berdasarkan survei yang dilakukan World Health Organization (WHO) pada 2002, 10 penyebab utama kematian di Indonesia adalah jantung koroner, tuberkolosis, kelainan pembuluh darah, penyakit pernafasan, penyakit bayi baru lahir, penyakit paru-paru, kecelakaan lalu-lintas, diabetes, darah tinggi, dan diare.
Penyakit-penyakit tersebut cukup umum dijumpai, sehingga penting bagi Anda untuk memiliki perlindungan atas risiko terjangkit penyakit-penyakit tersebut dan meninggal dunia.
3. Salah Satu Cara Menabung atau Persiapan Pensiun
Menabung di asuransi jiwa merupakan pilihan alternatif terbaik untuk kebutuhan jangka panjang Anda karena sifat pembayaran premi yang teratur, wajib, dan tidak mudah diambil sewaktu-waktu.


3. Terangkan tentang Asuransi Jiwa Berjangka (Term Life Insurance)!

Jawaban:
Asuransi jiwa berjangka atau term life insurance ini fungsinya untuk memberi proteksi kepada tertanggung dalam jangka waktu tertentu saja. Asuransi jiwa ini biasanya menawarkan kontrak untuk 5, 10, atau 20 tahun, dengan premi tetap dan terhitung murah.
Anda direkomendasikan memilih asuransi jiwa jenis ini jika Anda mengutamakan masa depan keluarga Anda terutama pendidikan anak. Cocok bagi Anda yang memiliki kebutuhan akan biaya asuransi yang besar namun memiliki kemampuan keuangan yang terbatas.


4. Tuliskan penyebab asuransi jiwa berakhir!

Jawaban:
Terdiri atas:
1. Karena Terjadi Evenemen
Dalam asuransi jiwa, satu-satunya evenemen yang menjadi beban penanggung adalah meninggalnya tertanggung. Terhadap evenemen inilah diadakan asuransi jiwa antara tertanggung dan penanggung. Apabila dalam jangka waktu yang diperjanjikan terjadi peristiwa meninggalnya tertanggung, maka penanggung berkewajiban membayar uang santunan kepada penikmat yang ditunjuk oleh tertanggung atau kepada ahli warisnya. Sejak penanggung melunasi pembayaran uang santunan tersebut, sejak itu pula asuransi jiwa berakhir.
Apa sebabnya asuransi jiwa berakhir sejak pelunasan uang santunan, bukan sejak meninggalnya tertanggung (terjadi evenemen)? Menurut hukum perjanjian, suatu perjanjian yang dibuat oleh pihak-pihak berakhir apabila prestasi masing-masing pihak telah dipenuhi. Karena asuransi jiwa adalah perjanjian, maka asuransi jiwa berakhir sejak penanggung melunasi uang santunan sebagai akibat dan meninggalnya tertanggung. Dengan kata lain, asuransi jiwa berakhir sejak terjadi evenemen yang diikuti dengan pelunasan klaim.
2. Karena Jangka Waktu Berakhir
Dalam asuransi jiwa tidak selalu evenemen yang menjadi beban penanggung itu terjadi bahkan sampai berakhirnya jangka waktu asuransi. Apabila jangka waktu berlaku asuransi jiwa itu habis tanpa terjadi evenemen, niaka beban risiko penanggung berakhir. Akan tetapi, dalam perjanjian ditentukan bahwa penanggung akan mengembalikan sejumtah uang kepada tertanggung apabila sampai jangka waktu asuransi habis tidak terjadi evenemen. Dengan kata lain, asuransi jiwa berakhir sejak jangka waktu berlaku asuransi habis diikuti dengan pengembalan sejumlah uang kepada tertanggung.
3. Karena Asuransi Gugur
Menurut ketentuan Pasal 306 KUHD:
“Apabila orang yang diasuransikan jiwanya pada saat diadakan asuransi ternyata sudah meninggal, maka asuransinya gugur, meskipun tertanggung tidak mengetahui kematian tersebut, kecuali jika diperjanjikan lain”,
Kata-kata bagian akhir pasal ini “kecuali jika diperjanjiknn lain” memberi peluang kepada pihak-pihak untuk memperjanjikan menyimpang dari ketentuan pasal ini, misalnya asuransi yang diadakan untuk tetap dinyalakan sah asalkan tertanggung betul-betul tidak mengetahui telah meninggalnya itu. Apablia asuransi jiwa itu gugur, bagaimana dengan premi yang sudah dibayar karena penanggung tidak menjalani risiko? Hal ini pun diserahkan kepada pihak-pihak untuk memperjanjikannya. Pasal 306 KUHD ini mengatur asuransi jiwa untuk kepentingan pihak ketiga.
Dalam Pasal 307 KUHD ditentukan:
“Apabila orang yang mengasuransikan jiwanya bunuh diri, atau dijatuhi hukuman mati, maka asuransi jiwa itu gugur”.
Apakah masih dimungkinkan penyimpangan pasal ini?. Menurut Purwosutjipto, penyimpangan dari ketentuan ini masih mungkin, sebab kebanyakan asuransi jiwa ditutup dengan sebuah klausul yang membolehkan penanggung melakukan prestasinya dalam hal ada peristiwa bunuh diri dan badan tertanggung asalkan peristiwa itu terjadi sesudah lampau waktu 2 (dua) tahun sejak diadakan asuransi. Penyimpangan ini akan menjadikan asuransi jiwa lebih supel lagi.
4. Karena Asuransi Dibatalkan
Asuransi jiwa dapat berakhir karena pembatalan sebelum jangka waktu berakhir. Pembatalan tersebut dapat terjadi karena tertanggung tidak melanjutkan pembayaran premi sesuai dengan perjanjian atau karena permohonan tertanggung sendiri. Pembatalan asuransi jiwa dapat terjadi sebelum premi mulai dibayar ataupun sesudah premi dibayar menurut jangka waktunya.
Apabila pembatalan sebelum premi dibayar, tidak ada masalah. Akan tetapi, apabila pembatalan setelah premi dibayar sekali atau beberapa kali pembayaran (secara bulanan), bagaimana cara penyelesaiannya? Karena asuransi jiwa didasarkan pada perjanjian, maka penyelesaiannya bergantung juga pada kesepakatan pihak-pihak yang dicantumkan dalam polis


5. Kapan dan Siapa Saja yang Membutuhkan Asuransi Jiwa?

Jawaban:
Membutuhkan Asuransi Jiwa:
Pada dasarnya orang-orang yang memiliki asuransi jiwa adalah mereka yang peduli dan ingin melindungi dan memberikan jaminan keuangan bagi keluarga mereka pada saat mereka telah meninggal dunia. Hal ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab dan rasa sayang terhadap keluarga, di mana bisa saja sewaktu-waktu Anda mengalami pergi meninggalkan mereka untuk selama-lamanya.
Setiap orang tentu memiliki pertimbangan khusus mengenai waktu yang paling tepat untuk memiliki asuransi jiwa. Sebagian besar orang akan membeli sebuah asuransi ketika mereka menikah dan memulai sebuah keluarga yang baru, namun beberapa orang lainnya juga banyak yang telah memiliki asuransi jiwa sejak mereka masih lajang dan belum berumah tangga.
Jika bertanya mengenai kapan waktu yang paling tepat untuk memiliki sebuah asuransi jiwa, maka hal ini harus sudah Anda miliki pada saat Anda memiliki tanggungan di dalam hidup Anda. Dengan begitu, mereka yang menjadi tanggungan Anda tidak akan mengalami kesulitan keuangan jika sewaktu-waktu Anda meninggal dunia.
Bisa dikatakan bahwa yang paling membutuhkan asuransi jiwa adalah mereka yang memiliki tanggungan di dalam hidupnya. Yang dimaksud dengan tanggungan di dalam hal ini adalah mereka yang menjadi tanggung jawab Anda dan pada dasarnya tidak memiliki sejumlah penghasilan di dalam hidup mereka sehingga Anda bertindak sebagai pencari nafkah atau tulang punggung di tengah-tengah mereka. Ini bisa mengacu kepada anak-anak Anda, orang tua ataupun saudara dan kerabat lainnya yang menguntungkan hidupnya kepada Anda.