Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

6 Soal Materi Kerjasama Ekonomi dalam Islam + Kunci Jawaban

Soal (Uraian) Kerjasama Ekonomi dalam Islam

1. Apa dasar hukum al wadi ah?

Jawaban:
Di samping dalam Al-Qur'an, dasar hukum wadiah juga terdapat dalam hadis Nabi: Orang yang menerima barang titipan tidak berkewajiban menjamin, kecuali bila ia tidak melakukan kerja dengan sebagai mana mestinya atau jinayah terhadap barang titipan.


2. Syarat syarat syirkah harta?

Jawaban:
Mohammad Rifa'i dalam buku Ilmu Fiqih Islam Lengkap menjelaskan syarat syirkah sebagai berikut: Dilaksanakan dengan modal uang tunai. Pihak yang terlibat dalam syirkah bisa berjumlah dua orang atau lebih. Mereka yang berserikat, menyerahkan modal, hingga mencampurkan harta bendanya telah bersepakat dalam jenis usahanya.


3. Apa keuntungan dari mudharabah?

Jawaban:
Keuntungan mudharabah adalah jumlah yang didapat sebagai kelebihan dari modal. Syarat keuntungan berikut ini harus dipenuhi: Harus diperuntukkan bagi kedua pihak dan tidak boleh disyaratkan hanya untuk satu pihak.


4. Siapa yang menanggung kerusakan dalam akad wadiah?

Jawaban:
Kerusakan yang tidak disengaja, atau tanpa ada kelalaian dari penerima titipan, tidak menjadi tanggung jawab penerima titipan untuk menggantinya. Bila uang atau barang rusak atau hilang, setelah akad wadi‟ah, maka sepenuhnya menjadi tanggung jawab (bank), walau semuanya terjadi tanpa kesengajaan.


5. Apa yang menyebabkan berakhirnya syirkah?

Jawaban:
Sedangkan berakhirnya syirkah terjadi karena disebabkan enam alasan yaitu jika salah satu pihak membatalkan. Salah satu pihak kehilangan kecakapan untuk bertasharruf. Salah satu pihak meninggal dunia. Salah satu pihak ditaruh dibawah pengampuan.


6. Mengapa akad mudharabah tergolong jenis akad yang memiliki risiko tinggi?

Jawaban:
Akad mudharabah menjadi akad yang paling berisiko dari akad lainnya karena merupakan akad pembiayaan yang tidak mewajibkan mudharib nya mengembalikan pokok pembiayaan


7. Apa hukum menerima wadi ah?

Jawaban:
Wajib, bagi orang yang percaya bahwa dirinya mampu dan sanggup menjaga amanah terhadap barang yang dititipkan kepadanya, sementara tidak ada orang lain yang sanggup dan dapat dipercaya menjaga barang titipan tersebut.


8. Halalkah mudharabah?

Jawaban:
Pada dasarnya hukum mudharabah musytarakah adalah mubah (boleh).