Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

18 Soal Materi Dakwah + Kunci Jawaban

Latihan Soal (Essay) Bab Media Pembelajaran

1. Bagaimana berdakwah pada masyarakat yang tepat?

Jawaban:
Berikut ini cara berdakwah yang baik, yang mana di antaranya ialah:
1. Menyampaikan dakwah dengan cara santun.
2. Memperhatikan tingkat pendidikan.
3. Bahasa yang digunakan harus sesuai.
4. Dakwah yang baik harus memerhatikan budaya setempat.
5. Dakwah yang baik harus memerhatikan usia.
6. Menjadi contoh yang baik.
7. Berbantah dengan cara baik.


2. Bagaimana cara kita berdakwah di zaman sekarang ini?

Jawaban:
Metode dakwah yang sesuai dengan keadaan generasi milenial saat ini yaitu: Metode bi al-Hikmah, Metode al-mau'izah al-hasanah dan Metode Wa Jadilhum bi al-lati Hiya Ahsan.


3. Bagaimana perkembangan dakwah pada saat ini?

Jawaban:
Perkembangan dakwah saat ini mengalami peningkatan yang cukup pesat, ditandai dengan banyaknya penelitian-penelitian yang berkaitan dengan dakwah. Namun di sisi lain tantangan dakwah makin lama makin berat, utamanya dalam pembentukan perilaku atau akhlak yang sesuai dengan tuntunan Al-Qur'an dan Al-Hadis.


4. Apa prinsip prinsip dalam dakwah?

Jawaban:
Ada beberapa prinsip dakwah Islam yang dijelaskan dalam al-Qur'an, yaitu: Dakwah Mengajak yang Ma'ruf dan Meninggalkan yang Munkar, Dakwah Islam dilakukan dengan Hikmah, Dakwah Islam Menjamin Kebebasan Manusia dan Materi Dakwah Bersumber dari al-Qur'an dan Hadist.


5. Apa tujuan akhir gerakan dakwah Islam?

Jawaban:
Dengan demikian, proses dakwah pun tidak terlepas dari paradigma kamunikasi tadi, hanya saja tujuan akhir dari dakwah adalah mengubah sikap, sifat, pendapat, dan perilaku komunikan menjadi insan-insan islami. Dengan kata lain, tujuan dakwah adalah membentuk masyarakat islami yang madani.


6. Apa nama lain dakwah secara terang-terangan?

Jawaban:
Dakwah secara terang-terangan adalah disebut dengan Al-Da'wah Bi Al-Jahr


7. Rukun dakwah apa saja?

Jawaban:
Mengutip buku Dakwah Aktual karya Didin Hafidhuddin, rukun dakwah ada empat, yaitu da'i (penyeru), mad'u (sasaran), materi (risalah), dan sarana dakwah.


8. Apa faktor yang dapat membuat dakwah?

Jawaban:
1. Sarana teknologi yang meluas.
2. Tingginya kesadaran para remaja Muslim untuk memajukan agama Islam.
3. Banyaknya stasiun televisi yang menyiarkan acara yang bersifat agamis.
4. Semakin banyaknya da'i-da'i yang terjun ke masyarakat.


9. Apa akibat orang yg menentang dakwah Islam?

Jawaban:
Pertama, mendapat laknat Allah sebagaimana Abu Lahab (baca QS al-Lahab [111]: 1-4). Kedua, disiksa dengan sangat pedih di akhirat kelak. Begitu juga di dunia, azab-Nya disegerakan, bahkan disebut sebagai orang zalim yang sangat merugi.


10. Apa landasan dakwah?

Jawaban:
Dasar Hukum Dakwah:
Qur`an dan Al Hadits. Artinya: ”Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung.”


11. Bagaimana cara menghadapi tantangan dalam berdakwah?

Jawaban:
Ringkasnya, tantangan dakwah akan dapat diatasi dengan cara mengokohkan keimanan, mengundang pertolongan Allah SWT dengan cara ber-taqarrub kepada-Nya, serta melakukan aktivitas dakwah itu sendiri dengan penuh kesungguhan. Ketiga hal tersebut merupakan langkah praktis dalam menghadapi segala tantangan dakwah.


12. Apa saja tantangan dakwah di era digital?

Jawaban:
Berdasarkan peluang dakwah yang diceritakan, maka tantangan yang dapat dijumpai saat berdakwah di era digital adalah: Sarana penunjang internet, mulai dari kuota hingga gadget. Sebuah keharusan di zaman sekarang memiliki gadget dan kuota


13. Jelaskan langkah langkah yang perlu dilakukan oleh kader dakwah dalam menghadapi masyarakat ?

Jawaban:
Dalam menghadapi permasalahan masyarakat bagi kader dakwah yang utama adalah;
1. Merasa bagian dari masyarakat tersebut
2. Selesaikan masalahnya bersama, dengan pendekatan yang baik dan berpikiran terbuka
3. Contohkan dengan prilaku sendiri.


14. Apa saja keutamaan dalam berdakwah?

Jawaban:
Beberapa Keutamaan Dakwah:
1. Dakwah menjadi utama karena ia adalah muhimmatur rusul (tugas para nabi dan rasul).
2. Dakwah menjadi utama karena ia adalah ahsanul a'mal (sebaik-baik amal).
3. Dakwah menjadi utama karena dengan berdakwah seorang muslim meraih pahala yang teramat besar (al-hushul 'alal ajri al-azhim).
4.  Dakwah dapat menyelamatkan kita dari azab Allah swt (An-Najatu minal ‘Azab)
5.  Dakwah adalah Jalan Menuju Khairu Ummah


15. Apa saja yang harus diperhatikan dalam berdakwah?

Jawaban:
1. Menyatukan antara ucapan dan perbuatan. 
2. Tidak melakukan pencampuradukan akidah dan ibadah agama-agama. 
3. Tidak menghina sesembahan non-Muslim. 
4. Bersikap adil dan tidak men diskriminasi sasaran dakwah. 
5. Tidak meminta dan me ne tap kan nilai imbalan. 
6. Menghindari pergaulan yang mengundang syubhat dari masyarakat. 
7. Tidak menyampaikan hal-hal yang tidak diketahui dan tidak dikuasainya. 
8. Menganggap sesama pelaku dakwah sebagai mitra yang sa ling menguatkan, bukan pe saing yang saling menjatuh kan. 
9. Menyelenggarakan kegiatan dakwah dengan sumber pendanaan yang halal dan tidak mengikat. 
10. Merujuk kepada putusan lem baga keagamaan yang mu'ta barah (ijma' al majami'), ter u tama fatwa-fatwa MUI da lam isu dakwah dan keumatan.


16. Apakah Efektif dakwah melalui media sosial?

Jawaban:
Media sosial dinilai efektif sebagai sarana berdakwah. Namun, berdakwah melalui media sosial harus memperhatikan etika dan norma-norma ber-medsos. Sehingga benar-benar mendatangkan kemanfaatan bukan sebaliknya menimbulkan permasalahan


17. Mengapa dakwah perlu dikembangkan?

Jawaban:
Sehingga tujuan berdakwah itu adalah untuk menyelamatkan, menebar kasih sayang, dan menciptakan kedamaian. Bukankah Nabi sudah mengatakan bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang memberikan kebermanfaatan. Maka hal ini yang perlu menjadi perhatian bagi kita khususnya sebagai seorang muslim.


18. Mengapa pelaksanaan dakwah dapat dianggap gagal?

Jawaban:
Beberapa faktor yang menyebabkan kegagalan dalam dakwah bisa disebabkan oleh banyak pelaku dakwah. Bisa jadi kegagalan bersumber pada strategi dakwah, metode dakwah, pendekatan dakwah, mad'u yang tidak bisa menerima pesan dakwah, atau bahkan justru datang dari dalam diri dai.