Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

14 Soal Materi Pedosfer + Kunci Jawaban

Soal (Uraian) Pedosfer


1. Bagaimana proses terbentuknya tanah laterit?

Jawaban:
Tanah laterit terbentuk karena unsur hara hilang dalam tanah akibat erosi atau terkena hujan terus menerus


2. Mengapa tanah laterit berwarna merah?

Jawaban:
Tanah laterit memiliki warna merah bata karena mengandung banyak zat besi dan alumunium.


3. Bagaimana ciri-ciri tanah litosol?

Jawaban:
Ciri-ciri dari tanah latosol adalah warnanya yang merah hingga kuning, teksturnya lempung dan memiliki solum horizon. Persebaran tanah litosol ini berada di daerah yang memiliki curah hujan tinggi dan kelembapan yang tinggi pula serta pada ketinggian berkisar pada 300-1000 meter dari permukaan laut.


4. Tanah litosol cocok untuk tanaman apa?

Jawaban:
Tanah litosol cocok untuk tanaman palawija dan tanaman keras. Tanah ini bisa ditemui di daerah dengan tingkat kecuraman tinggi, seperti bukit tinggi, Nusa Tenggara Barat dan Jawa. Tanah latosol berasal dari pelapukan batuan sedimen dan metamorf. Tanah ini sebagian besar terbentuk dan berkembang di daerah yang lembab.


5. Apa manfaat tanah litosol?

Jawaban:
Tanah litosol hanya dimanfaatkan sebagai tempat bertanam rumput pakan hewan ternak, atau beberapa jenis tanaman palawija yang tahan dengan jenis tanah ini seperti jagung, serta juga untuk ditanami tanaman keras. Tanah litosol merupakan tempat hidup ideal dari bunga edelweis.


6. Apakah tanah litosol tidak subur?

Jawaban:
Seperti halnya tanah yang lainnya, tanah litosol juga mempunyai kandungan unsur hara. Namun unsur hara yang dimiliki oleh tanah ini hanyalah sedikit. Hal ini menyebabkan tanah litosol bukan merupakan tanah yang subur.


7. Tanah grumusol cocok untuk tanaman apa?

Jawaban:
Tanah ini sangat cocok untuk ditanami tanaman seperti kayu jati, jagung, tebu, tembakau, kapas, kedelai dan padi yang berbeda dengan Cara Mengatasi Korisa pada Unggas. Tanah grumosol banyak dijumpai diwilayah Indonesia seperti daerah Jawa tengah (Demak.


8. Apa manfaat tanah grumusol?

Jawaban:
Meski tidak terlalu subur, tanah grumusol juga bisa digunakan untuk menanam padi pada musim hujan. Saat musim kemarau, tanah ini bisa untuk budidaya palawija serta singkong. Tanah grumusol dapat ditemukan di Ngawi, Madiun, Demak, Jepara, Rembang, Pati, juga Nusa Tenggara Timur.


9. Berapa pH tanah grumusol?

Jawaban:
Hasil analisis tanah yang me-nunjukkan bahwa tanah grumosol memiliki pH 6,75 (netral)


10. Apa manfaat tanah podsol?

Jawaban:
Selain sebagai tanah yang baik untuk ditanami palawija, tanah podzol ini juga dapat digunakan untuk produktivitas hutan. Berbagai tanaman yang dapat tumbuh di atas tanha ini sebagai hutan primer, namun selain hutan primer juga banyak tumbuh tanamn tanaman lain seperti belukar, dan padang rumput.


11. Bagaimana karakteristik dari tanah Podsol?

Jawaban:
Tanah podsol merupakan tanah yang terbentuk karena pengaruh suhu rendah dengan curah hujan tinggi. Tanah ini memiliki ciri miskin unsur hara, tidak subur, berwarna kuning hingga kuning keabuan, memiliki kandungan bahan organik yang rendah, dan bertekstur pasir hingga lempung.


12. Tanah andosol paling cocok dimanfaatkan untuk tanaman apa?

Jawaban:
Tanah andosol sangat cocok dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian. Hal ini disebabkan karena struktur tanahnya yang gembur, sehingga cocok untuk pertanian tanaman sayuran.


13. Apakah tanah andosol mudah longsor?

Jawaban:
Tanah Andosol merupakan tanah yang subur karena berasal material hasil letusan gunung api. Pemanfaatan tanah ini banyak untuk tanaman perkebunan dan hortikultura. Salah satu penghambat penggunaan tanah Andosol untuk pertanian adalah masalah kemiringan yang curam sehingga rawan longsor.


14. Bagaimana tekstur tanah andosol?

Jawaban:
Jenis tanah di Indonesia ini berupa tanah mineral yang telah mengalami perkembangan karakteristik, solum agak tebal, warna agak coklat kekelabuan hingga hitam, kandungan organik tinggi, tekstur geluh berdebu, struktur remah, dan konsistensi gembur.